Catatan Seorang Cucu: Mengenal Kakak-beradik Opa HIM Damsyik
Saturday, August 29, 2026
Assalamu'alaikum Wr.Wb,
Hai Keluarga Indonesia, semoga sehat selalu. Pada artikel ini saya mau menyimpan catatan-catatan mengenai opa saya yaitu HIM Damsyik.
Tentang Penulis:
Penulis adalah cucu ke-5 dari 27 orang cucu HIM Damsyik, putri dari anak ke-3 beliau yaitu H. Emil Silvan Damsyik.
Sekilas sinetron Sitti Nurbaya (Kasih Tak Sampai):
Pada Era 90-an, sinetron Sitti Nurbaya menjadi hiburan di layar televisi yang menemani rakyat Indonesia melewati waktu malam melalui tayangan di TVRI.
- Diangkat dari novel klasik Marah Roesli tahun 1922.
- Mengisahkan percintaan tragis antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri yang terhalang oleh adat serta utang Datuk Maringgih. (Youtube: TVRI Nasional)
Opa HIM Damsyik dalam POV saya
Tokoh Datuk Maringgih yang ada di dalam sinetron Sitti Nurbaya merupakan Kakek saya. Kami cucu-cucu memanggilnya Opa. Linda Damsyik adalah istri beliau, Oma kami.
Sejak kecil saya sudah mengenal Opa sebagai seorang aktor serta guru dansa. Opa merupakan sosok pekerja keras yang disiplin dan memiliki pola hidup yang teratur. Sangat aktif dan enerjik dalam melakukan semua peran. Dalam kesehariannya Opa sibuk shooting dan mengajar dansa.
Hebohnya Sinetron Sitti Nurbaya
Sejak sinteron Sitti Nurbaya tayang di TVRI nama Opa pun semakin terkenal. Orang-orang lebih mengenalnya dengan Datuk Maringgih. Dikarenakan latar cerita di tanah Minang, banyak orang mengira beliau berasal dari suku Minang atau orang Padang. Data kelahiran beliau yang sebenarnya adalah di Telukbetung, Lampung. Kami pun turut bangga menjadi cucunya, ikut terkenal sebagai cucu artis;) Dan kerap kali terlibat obrolan seru apabila teman-teman menceritakan film-film yang diperankan Opa.
💗💗
![]() |
| Opa HIM Damsyik dan Oma Linda |
Banyak sekali kenangan bersama Opa dan Oma Linda Damsyik. Kini keduanya telah berpulang ke Rahmatullah. Seiring waktu berjalan, dalam obrolan-obrolan di grup keluarga ternyata banyak hal-hal yang kami sendiri cucu-cucunya belum tentu hafal atau mengetahuinya. Catatan berikut saya kutip dari Papa dan juga adik saya, Vadhia Lidyana.
______
Biografi HIM Damsyik
Orang Tua:
Keluarga besar Incik Djafar
Incik Djafar lahir di Teluk Betung, Lampung. Incik Djafar pernah bekerja di perusahaan pelayaran Belanda, Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM). Alm. HM. Incik Djafar, meninggal di Jl. Gondangdia Kecil, Jakarta Pusat (tahun 1968) dan nenek (panggilannya “Ébok”) meninggal di Cempaka Putih pada tahun 1978.
Baca juga: Best Moment di Rumah Nenek
Incik Djafar memiliki 10 orang anak dari 2 istri. Istri pertama melahirkan 2 anak, yakni Incik Atikah dan Incik Nona.
Istri kedua, Ni Mas Maimunah adalah perempuan berdarah Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Ni Mas Maimunah dan Incik Djafar dikaruniai 8 anak, Incik Ning Mas, Incik Muhammad Akib, Arifin, HIM Damsyik, Masyri (Omas), Inten, Farida Hanim, dan Kamaruzzamman (Oman).
Daftar lengkap anak Incik Djafar:
1. Incik Atikah
2. Incik Nona
3. Incik Ning Mas
4. Incik Muhammad Akib
5. Arifin
6. HIM Damsyik
7. Masyri
8. Inten
9. Farida Hanim
10. Kamaruzzamman.
Dari 10 bersaudara, yang pertama kali merantau ke Jakarta adalah Incik Ning Mas. Dari 10 bersaudara, yang memiliki anak terbanyak adalah Incik Akib, yaitu 6 orang anak.
Lalu ada Him Damsyik yang memiliki 5 orang anak, Incik Ning Mas 4 orang anak, Incik Nona 3 orang anak, Masyri 3 orang anak, dan Inten 1 orang anak.
Oma Inten satu-satunya anak dari Incik Djafar yang masih hidup. Oma Inten lahir pada 14 April 1936, dan menginjak usia 89 tahun ini.
Baca juga: Kumpul Ibu Muda dan Para Mama
Dari Gondangdia ke Cempaka Putih kemudian Cinere
Tahun 1967 - Opa HIM sekeluarga Damsyik masih tinggal di Jalan Gondangdia Kecil No. 7, Jakarta Pusat waktu kakek buyut Intji Djafar meninggal dunia.
💗💗
Waktu itu papa sekolah kelas 1 SMP, di SMP Negeri 6 di Jl.Cikini Raya no. 87 Jakarta Pusat:
- Pagi (s/d jam 12.00): SMPN 1
- Sore (s/d jam 18.00): SMPN 6
*)Papa = ayah penulis, Emil S. Damsyik.
💗💗
Dua tahun kemudian Oma & Opa pindah ke Jl. Cempaka Putih Barat 2F No. 1, dan tinggal di sini sampai dengan akhir tahun 1989; pada awal tahun 1990 Oma dan Opa sudah mulai tinggal di Cinere.
Bekasi, 29 Agustus 2026
Nanti akan kita sambung lagi ke catatan lainnya ya Insya Allah. Selamat membaca. Wassalam.
Love,
deravee.








0 comments
Selamat datang! Terima kasih telah berkunjung.
Komen yuuk.... :)
Cara isi komentar::
Pilih NAME/URL lalu isi dengan URL blog. URL blog yaa... jangan url postingan. Terima kasih temaan.... :-*
@deravee